|
Call/Sms:
08122972308 / 02717929766
|
|
|
Pada
awalnya, batik hanya diterapkan
pada serat alam saja, seperti
katun, sutra, dan lain-lain.
Namun dengan perkembangan
teknologi, batik pun mulai
diterapkan pada serat sintetik,
seperti polyester, polymide
bahkan lycra. Penggunaan kain
katun sendiri dimulai sejak
abad 17, kain (yang kemudian
dikenal dengan nama mori)
dibawa oleh para pedagang
dari India dalam jumlah yang
besar. Bahan dasar batik ini
selanjutnya terpisahkan menjadi
3 jenis yaitu primissima untuk
bahan terbaik, prima untuk
bahan menengah dan mori biru
untuk kelas bawah...
selengkapnya
Mau tahu rasanya membatik?
Gimana sih caranya memegang
canting?Trus gimana niupnya?
Hati-hati lho bisa tersiram
malam yang panas. Kalau kena
tubuh bisa melepuh, kalau kena
pakaian ngilanginnya susah,
mesti pake minyak tanah he he
he , gimana?Berani coba?Ayo
gabung di kursus
batik

Pada awalnya, ketika masih
baru, bapak hanya menjadi
tukang kebun yang bertugas
merawat tanaman juragannya.
Seperti menyiram, mencabuti
rumput dan sebagainya. Kemudian
ketika dirasa cukup umur
(saat merantau bapak masih
kecil, pendidikan hanya
sampai kelas 3 SD) bapak
mulai diajari nyorek, yaitu
menggambar pola pada kain
mori untuk dibatik. Setelah
dirasa oleh juragan tangan
bapak cukup luwes, maka
bapak diijinkan untuk membatik.
Pertama kita samakan dulu
persepsi tentang juragan
ini. Bagi kami, "wong
ndeso", Solo tidak
sekedar sebuah kota, tetapi
adalah sebuah nagari. Yaitu
sebutan untuk sesuatu yang
serba besar, lengkap, mewah
dan segala sesuatu yang
wah jika dibandingkan desa
kami. Jaman dulu adalah
wajar ketika seseorang ditanya
"Badhe tindak pundi
pak?" (Mau pergi
kemana pak?) maka akan dijawab
dengan " Badhe tindak
nagari, nak
(Mau
pergi ke Nagari nak
ke
Solo maksudnya).
Anggap saja Mpu batik ini
adalah seorang seniman yan
sangat-sangat idealis yang
yang tidak tergiur harta dan
kilau tahta, tapi posisinya
yang secara hirarkis adalah
wong cilik, dengan sedikt
tipu muslihat (baca: intimidasi)
dari penguasa, pada akhirnya
karyanya akan keluar dari
dalam tembok keraton dengan
cap keraton, sedang Mpunya
sendiri entah dimana. Masih
hidup atau mati hanya penguasa
yang tahu.
|
|
|
Proses
Batik
Bagi banyak orang,
proses batik mungkin
menjadi satu pertanyaan
yang tak terjawab sampai
mereka menyaksikan sendiri
bagaimana sebuah proses
pembatikan bisa menghasilkan
sebuah karya yang sedemikian
indah .....
|
|
|
|
|
|
|
Rumah/showroom
:
Pilang, Rt15/Rw03, Masaran, Sragen,
Jawa Tengah, 57282
Toko:
Sentra Batik Sragen (SBS) A-9.
Jl. Raya Sukowati 231, Sragen, Jawa Tengah
|
Email
Us: abimanyubatik@gmail.com
|
|
NEW PRODUCTS:

SOGA COLET

LAWASAN COLET
CATALOG
supported
by:

|
|
|